"Sensasi" menjadi hal yang mudah diciptakan di era New Wave ini. Sensasi
berupa hal yang positif maupun negatif, baik benar-benar terjadi maupun
dibuat-buat.
Bahkan Pak Hermawan Kertajaya juga menuliskan dalam Dunia New Wave
sarat dengan orang amatir yang tampil. Mereka pun bisa membuat sesuatu,
memasarkan sesuatu, dan menjadi tenar. Ketenaran bisa cepat didapati, bisa
cepat pula meredup.
Kemudian ditambahkan lagi oleh Pak Hermawan Kertajaya bahwa di era New
Wave, untuk menjadi tenar secara sustainable, yang menjadi penting bukan lagi
brand-building, tapi character-building.
Menanggapi artikel Pak Hermawan Kertajaya, maka saya mencoba untuk
melihat lebih jauh mengenai Character.
What is Character?
Character adalah kualitas yang membentuk seseorang atau sesuatu. Tetapi
bagaimana seseorang atau sesuatu dapat dilihat kualitasnya?
Saya ambil contoh seperti ini, dalam kehidupan yang dibangun oleh seseorang,
dari kecil hingga dewasa, banyak sekali teman-teman yang kita kenal dalam
suatu komunitas, komunitas Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah
Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi, komunitas
bimbingan belajar, dan lain sebagainya.
Berapa banyak individu dari komunitas tersebut yang bisa menjadi sahabat baik
kita? Tentu tidak semuanya, namun tetap mereka adalah relasi yang kita kenal.
Tingkat pengenalan kita dengan mereka berada pada tingkat tertentu, namun kita
memiliki pengetahuan yang seadanya tentang mereka, dan kita mempunyai
persepsi tentang pribadi mereka (brand image individual).
Terbukti bahwa relasi yang semacam ini tidak dapat dalam jangka waktu yang
terus menerus. Terbatasnya waktu berhubungan dan perbedaan interest menjadi
penghalang.
Berbeda dengan sahabat baik. Sahabat baik terbentuk dari intensitas yang tinggi
dalam pergaulan sehari-hari. Mereka sudah melalui seleksi alam karena dalam
prosesnya, mereka mengerti dan mendalami karakter kita.
Oleh karena itu, Character tercermin dari tindakan dan pola pikir, dan
membutuhkan proses waktu yang lama. Dalam perjalanan waktu tersebut,
maupun tindakan yang diambil akan memperlihatkan Character seseorang.
Begitu pula dengan brand. Di era New Wave ini, produk maupun jasa dapat
dibuat dengan mudah. Setiap saat, produk/jasa bermunculan dan
memasarkannya baik online maupun offline, dan saat itulah seleksi alam terjadi,
siapa yang bertahan untuk me-maintain hubungannya dengan konsumen.
Semua brand pasti akan melakukan positioning, sudah jelas. Maka akan muncul
brand image. Berhenti sampai disitu...? ya, jika hanya ingin menjadi sebatas
relasi saja, bukan menjadi sahabat dekat.
Dalam hal ini perlu Character Building dimana semua tindakan dan pola pikir
dari suatu brand jelas diterima oleh konsumen. Dan yang pasti ada harga yang
harus dibayar mahal, yaitu proses waktu yang berjalan dan tindakan yang
dilakukan oleh suatu brand.